0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

“Wanita yang paling agung kebarakahannya, adalah yang paling ringan maharnya.” (HR Ahmad, Al-Hakim, Al-baihaqi dengan sanad shahih)

 

Entah berapa banyak laki-laki yang jadi minder, takut untuk menikah hanya gara-gara khawatir tak sanggung memenuhi permintaan mahar dari pihak wanita. Dan entah berapa banyak lagi laki-laki yang ketika berfokus untuk menikah ia malah berfokus memikirkan mahar untuk wanita. Tak sedikit juga yang menyangkut pautkan antara kemampuan seseorang laki-laki yang bisa memenuhi permintaan mahar yang sangat tinggi adalah sebagai bukti ia bertanggung jawab, sebagai bukti ia menghargai wanita. Benarkah begitu?, apakah wanita hanya dihargai dengan sebatas harta yang terikat dalam kata mahar?

Untuk menjelaskan semua itu cukuplah sabda Rasulullah diatas bagi kita semua, bagi kamu yang wanita agar tidak berlebihan dalam meminta mahar pada laki-laki, karena Rasulullah sendiri sudah mengatakan dengan jelas dan sangat terang sekali kalau wanita yang paling agung kebarakahannya adalah yang paling ringan maharnya. Sejatinya dari pernikahan adalah sebagai bentuk ibadah pada Allah SWT, ia adalah sunnah Rasulullah SAW, dan itu semua Allah perintahkan adalah agar umat muslim ini berkembang, agar umat ini melestarikan keturunannya. Dan inti dari semua itu adalah agar terjaga serta tersalurkan syahwatnya secara halal dan lagi berkah. Ya, pernikahan adalah sebuah ibadah untuk menjaga diri dari perbuatan zina.

Ada dua ujian besar umat muslim, ujian yang pertama adalah ujian syahwatnya dan ujian yang kedua adalah ujian mulutnya. Jika ia sudah menikah, maka tertutuplah separoh dari ujiannya di dunia ini. Seorang wanita yang meringankan maharnya tentu secara tidak lansung menolong para lelaki untuk menjaga dirinya, menundukkan pandangannya dan menjaga kemaluannya. Seorang wanita yang meringankan maharnya tentu secara tidak lansung telah membantu dirinya sendiri agar terjaga dengan fitnah dunia, seorang wanita yang meringankan maharnya tentu secara tidak lansung telah ikut berkontribusi untuk meneruskan estafet perjuangan ini untuk generasinya yang akan datang.

Meringankan mahar bukan merendahkan diri, tidak juga menjatuhkan harga diri, maharmu boleh diringankan, tapi tetaplah berkomitmen untuk menerima laki-laki yang mengutamakan ketaatan serta ketakwaannya pada Allah SWT. Tetaplah memilih laki-laki yang memiliki tanggung jawab dan amanah.

Saudariku semua, menikah itu ibadah, ia adalah sebuah aktivitas mulia yang memuliakan sunnah, maka muliakan jugalah pernikahanmu dengan cara serta jalan yang telah Allah dan Rasulnya tuntunkan. InsyaAllah tidak akan merugi orang yang mengikuti Allah dan nasihat rasulnya.

Saudariku semua, menikahlah dan utamakan ketaatan dan ketakwaan, dengan begitu InsyaAllah kebarokahan dan ketenangan akan selalu bersamamu, keluargamu dan anak-anakmu.

 

%d bloggers like this: