0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Rayuan maut….

Gombal murahan….

Janji-janji palsu…..

Komitmen Imitasi…..

 

Wanita ia lembut, ia perasa, perasaannya begitu kuat, ini memang suatu keutamaan yang Allah berikan pada setiap wanita, namun disisi lain ini sekaligus jadi kelemahannya. Hatinya yang mudah tersentuh, perasaan yang mudah kena, alhasil ia juga mudah percaya dan diperdaya oleh janji kata manis laki-laki yang tak bertanggung jawab.

Semua manusia memiliki titik lemahnya, laki-laki memiliki titik lemah pada pandangannya sementara wanita mempunyai titik lemah pada pendengarannya, ia lemah ketika sudah berhadapan dengan kata-kata, dengan rayuan maut, dengan janji-janji seorang laki-laki. Akibat inilah sampai hari ini tak sedikit wanita yang jadi korban PHP (Pemberi Harapan Palsu), tak sedikit yang kecewa karena jadi korban laki-laki modus. Syukurlah jika itu hanya dikecewakan, ditinggal pergi atau diduakan, akan tetapi yang lebih miris dan bikin hati meringis mendengarnya adalah ketika wanita telah berkorban semuanya untuk laki-laki termasuk itu kehormatannya, lalu si dia pergi meninggalkannya begitu saja, hilang tanpa rasa bersalah.

Cinta tanpa komitmen memang sering meninggalkan luka, dan yang paling banyak merasakan lukanya tentu adalah para wanita, ketika segalanya telah tergadaikan bahkan itu kehormatan maka yang tinggal hanya sesal sepanjang usia. Semua berawal hanya karena lemahnya wanita terhadap janji manis dan gombalan si laki-laki yang tak mengerti apa itu tanggung jawab. Peduli tanda sayang, diperhatiin tanda cinta, mungkin itulah yang terbayang dibenak para wanita ketika didekati oleh laki-laki. Tapi nyatanya benarkah seperti itu?, dibeberapa kasus memang ada benarnya namun dibanyak kasus lainnya ternyata yang jauh lebih banyak adalah salahnya alias peduli, perhatian, kata cinta hanya sebagai kedok bagi banyak laki-laki untuk bisa main-main dengan wanita, bagaimana mana bisa mendapatkan kenikmatan sesaat dari wanita tersebut, apalagi kalau hanya bukan karena dorongan nafsu syahwat semata.

“Aku mencintaimu” ucapnya padamu wahai saudariku,

tapi sadarkah dirimu pada hakikatnya ia menyampaikan “Aku ingin berzina denganmu” .

 Zina hati ketika ia lebih banyak mengingat wajahmu dari pada mengingat tuhannya, mengingat dosa-dosanya.

Zina mata ketika ia tak berkedip memandang ayunya wajahmu.

Zina tangan ketika ia mulai menggandengmu, memelukmu mungkin juga ketika ia mengecup lembut keningmu.

Sampai akhirnya tanpa disadari kau telah melakukan perbuatan dosa besar dengannya, semua telah kau berikan tersisa hanya penyesalan yang tak akan terbayar dan terganti oleh apapun.

Laki-laki itu manusia, wanita manusia, setiap laki dan wanita Allah anugrahkan rasa ketartarikan diantara mereka, Allah anugrahkan naluri syahwat pada diri mereka, jadi wajar jika ada ketertarikan dan keinginan itu ketika kalian berdua karena itulah tanda manusia normal. Itu anugrah tapi sering kali ia diubah menjadi musibah ketika hal itu dilakukan sebelum ada ikatan halal yaitu akad pernikahan. Menjaga diri, menjaga kehormatan serta memiliki pondasi pemahaman yang kuat tentang apa itu cinta adalah hal yang diperlukan.

Hal penting diketahui oleh setiap wanita muslimah adalah tentang bagaimana membentengi diri dari gombalan dan rayuan laki-laki, ada 2 cara untuk menjaga diri dari rayuan dan gombalan. Cara yang pertama adalah dari dalam diri itu sendiri, jadilah wanita yang shaleha, terjaga dan terhijab, sehingga laki-lakipun enggan untuk berbuat jahat padanya, pantaskan diri dengan menunjukkan melalui penampilan, sikap dan perkataan kalau kita adalah bukan wanita yang mudah dan gampang dirayu. Cara yang kedua adalah mesti bisa membedakan mana laki-laki yang serius dan mana yang hanya sekedar gombal, ciri laki-laki yang benar-benar serius itu ialah ia memiliki komitmen untuk selalu menjaga dan menghormati wanita, ia memiliki keberanian jika sudah benar-benar siap untuk segera mendatangi walimu untuk melamarmu, karena baginya jalan cinta lelaki sejati itu ya dengan menikahi. Jika ia belum siap tentu ia akan menjauh, meninggalkan dan melupakanmu, itu jauh lebih baik bagimu dan baginya, karena dengan saling menjauh akan menjaga hati dan pikiran masing-masing dari godaan syahwat.

Sebelum penyesalan itu datang…

Sebelum tangisan itu mengalir…

Sebelum menanggung derita…

Sebelum menanggung malu

Sebelum kau berkata padanya dan dirimu “Seandainya Kita Tak Bertemu”…

Maka segeralah berbenah, segeralah berubah, Jaga dirimu, jaga hatimu.

Mungkin akan muncul pertanyaan jika sudah terlanjur bagaimana? ,InsyaAllah itu akan kita bahas nanti dalam tulisan dengan judul “Cahaya itu masih ada”

%d bloggers like this: