Ya, kali ini sebuah pertanyaan tentang jodoh, apakah jodoh itu menemukan atau ditemukan ? Mungkin lanjutan dari pertanyaan ini adalah siapakah yang menemukan dan siapakah yang ditemukan ?

Apakah aku yang menemukanmu atau aku yang ditemukan olehmu ?

***

Memaknai hakikat jodoh

Bicara jodoh adalah bicara tentang rasa, banyak rasa akan bermunculan saat kita menyebut satu kata ini. Mungkin itu rasa sakit hati pada masa lalu yang ditinggal menikah oleh mantannya, mungkin juga rasa marah dan kesal karena sering gagal menikah, mungkin juga muncul semangat dan optimisme dari satu kata ini atau mungkin juga muncul putus asa dan trauma tersebab oleh hal ini. Setiap orang tentu berbeda pengalamannya, berbeda pemahannya dan juga berbeda pula pemaknaannya.

Agama kita mengajarkan pernikahan adalah sesi penting dari sekian banyak sesi-sesi lainnya dalam kehidupan kita ini, pernikahan adalah tentang digenapkan dan menggenapkan. Karena kata nabi dengan menikah akan digenapkan setengah dari agama seseorang. Pernikahan juga sebuah “mesin” peradaban, karena dengan pernikahan melahirkan generasi-generasi baru yang akan menjadi penerus laju gerak peradaban dunia ini. Dan, selain dari itu semua menikah juga suatu hal yang sangat menyenangkan, tatkala dua insan Allah pertemukan dalam ikatan halal mereka bebas melampiaskan naluri yang sebelum menikah dikekang, dilarang dan diperintah untuk ditahan, dalam pernikahan juga terjadi aktivitas mulia saling membantu, saling melengkapi, saling menyempurnakan yang terasa begitu indah namun disisi lain juga sering terjadi gesekan-gesekan untuk saling menyelaraskan perbedaan yang terkadang tersebab inilah cinta tumbuh semakin bersemi.

Ya, perlu diakui memang pernikahan tak selamanya indah diselimuti gelak tawa karena terkadang pernikahan juga sering di warnai tangisan berurai air mata dilengkapi juga dengan penyesalan dan berjuta pahitnya kekecewaan. Begitulah dinamika pernikahan, karena selain menjadi anugerah yang mesti disyukuri ia sekaligus menjadi ujian yang harus disabari.

Seiring kita menelusuri tentang pernikahan maka disanalah kita akan semakin paham makna akan jodoh, ya jodoh adalah orang yang Allah pilihkan untuk menemani kita dalam menyusuri jalan panjang dan terjal kehidupan ini.

Jodoh dan ruang ikhtiar kita

Sering kita bertanya, apakah jodoh itu sebuah pilihan atau takdir ? Jawaban sederhananya adalah kedua-duanya benar, jodoh adalah pilihan sekaligus jodoh juga adalah takdir. Di saat kita belum menikah, maka saat itulah jodoh menjadi pilihan kita, Allah memberi kita ruang ikhtiar untuk menentukan, mengambil keputusan dalam memilih siapa jodoh kita. Dalam bahasa indah di Al-quran Allah SWT menyampaikan lebih kurang laki – laki yang baik untuk wanita yang baik begitu juga sebaliknya (Baca : Allah membocorkan rahasia jodohmu dalam Al-quran ). Di ruang ikhtiar inilah kita memiliki kesempatan untuk berikhtiar dalam memperbaiki diri, memantaskan diri dan juga selalu terus meningkatkan kualitas diri dengan harapan Allah pertemukan juga kita dengan orang yang juga baik.

Dan, saat terucap kata sah oleh penghulu yang di iyakan oleh para saksi maka disanalah saat jodoh menjadi takdir kita. Kita Allah takdirkan untuk menemaninya dan diapun Allah takdirkan untuk menemani kita. Inilah saat kita memaknai jodoh sebagai takdir, tak pantas lagi kita untuk menyesal dan berandai-andai pada masa ini, dan cara terbaik yang harus dilakukan adalah menerima takdir itu hati yang ikhlas,jiwa yang lapang dan penuh kesyukuran. Serta, bersama-sama dengan pasangan kita menyonsong masa depan dan mengisi hari-hari selanjutnya dengan aktivitas-aktivitas ketaatan yang akan semakin mendekatkan diri kita dan pasangan kita pada Allah SWT dan pada akhirnya pernikahan menjadi salah satu jalan yang akan membawa kita pada kebahagiaan didunia dan juga kenikmatan syurga di akhirat kelak.

Dan, pada akhirnya kita akan memahami jodoh itu boleh jadi menemukan namun tak menutup kemungkinan juga ditemukan namun pada intinya jodoh adalah sebuah pertemuan, sebuah pertemuan yang akan membuka banyak pintu-pintu kebaikan, sebuah pertemuan yang akan menjadi sarana peningkatan ketakwaan dan sebuah pertemuan di dunia untuk pertemuan kembali di syurganya kelak.

Syurga ‘Adn. Mereka masuk kedalamnya bersama mereka yang shalih  di antara orangtua mereka, istri-istri mereka, dan keturunan mereka, sedang malaikat-malaikat masuk ketempat-tempat mereka dari semua pintu” (Q.s. Ar-Ra’d : 23 )

 

Artikel Menarik Lainnya




comments

Artikel InspiratifMuslimah

Yuk hijrah menjadi seorang muslimah yang lebih baik dengan berlangganan newsletter kami. GRATIS!

Pendaftaran kamu berhasil! Setelah ini, kami akan meberitahukan berbagai artikel terbaru melalui email yang kamu daftarkan.