0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Ditunjuk lansung oleh Ulama menjadi menantunya itu sesuatu.

Bukan karena harta, Bukan karena nasab keluarga dan tidak pula karena bagusnya rupa

Tapi dia dipilih karena Ketaatannya, Ketakwaannya , Hafalan Alqurannya dan Akhlaknya.

Mungkin tiga hari belakangan ini khalayah ramai dihebohkan oleh berita pernikahan putri dari ulama kondang indonesia asal bandung yang juga sekaligus pemimpin pondok pesantren Daarut Tauhid Aa Gym. Pernikahan ini menjadi fenomenal selain disebabkan oleh pernikahan anak ulama kondang juga karena pasangan ini sama-sama penghafal Al-Quran 30 Juz. Maulana Yusuf mempelai laki-laki ini adalah santri Daarut Tauhid yang hafal 30 juz Alquran dan sering mengimami shalat di masjid Daarut Tauhid. Beliau ditunjuk lansung dan diumumkan dimasjid Daarut Tauhid untuk menjadi calon menantunya oleh Aa Gym, diberi waktu mempersiapkan diri tiga minggu dari waktu itu. Maulana Yusuf menikahi icha putri Aa gym dengan mahar membaca hafalannya 30 Juz Alquran.

InsyaAllah pada tulisan kali ini kita akan memetik setidaknya tiga mutiara hikmah dari pernikahan putri Aa gym ini, sebagai bahan renungan dan sebagai bahan pembalajar bagi kita semua khususnya bagi yang masih dalam masa-masa pencarian, dalam masa-masa penantian.

1. Pantaskan diri dulu baru pentaskan ke pelaminan

Banyak yang hari ini bingung dan galau terhadap jodohnya, khawatir dan merasa was-was kalau-kalau, jika-jika nanti malah tidak dapat jodoh, takut nanti terlambat datang jodohnya sehingga disematkan gelar “perjaka tua” atau “perawan tua” kekhawatiran pada hal inilah yang membuat banyak sekali orang terjerumus pada maksiat pacaran. Dalihnya adalah penjajakan, mengenal lebih dalam calon istri atau suami tapi pada kenyataannya adalah maksiat dan zina. Apakah itu zina hati, zina mata, zina tangan dan zina-zina yang lebih besar lainnya.

Dari maulana yusuf dan icha putri aagym kita belajar bagaimana mereka mengisi hari-hari penantian mereka, mereka menghafal Al-Quran, dekat dengan masjid, dan belajar ilmu agama islam. Sehingga akhirnya Allah pertemukan hafiz dan hafidzah ini dipelaminan, sesuai dengan kapasitas dan kepantasannya. Begitu juga dengan anda semua, jika hari ini galau dengan jodoh yang tak kunjungan datang, bingung dengan bidadari yang belum ketemu, maka isilah hari-hari anda dengan amal-amal kebaikan yang akan mendekatkan pada Allah dan juga akan semakin memantaskan diri mendapatkan jodoh terbaik, karena lagi-lagi jodoh kita adalah cerminan pribadi kita.

“Perempuan yang keji adalah untuk laki-laki yang keji. Dan laki-laki yang keji untuk perempuan yang keji pula. Perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik. Dan laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik pula.” (QS. An Nur: 26)

2. Membangun Cinta dalam Ketaatan dan Ketakwaan

Mutiara kedua yang sangat menarik kita cermati adalah bagaimana membangun cinta dalam ketaatan dan ketakwaan, memulainya dengan cara yang baik-baik, cara yang Allah dan Rasulnya berkahi InsyaAllah hasilnya adalah pernikahan barakah, yang sakinah dan mawaddah. Berbeda dengan realita kebanyakan orang hari ini yang memulai dengan jatuh cinta jauh sebelum ada akad pernikahan, hasilnya adalah putus-nyambung, kekecewaan, sakit hati dan ada juga yang penyesalan.

Ini semua disebabkan karena mereka membangun cinta bukan dalam ketaatan dan ketakwaan, kalau boleh dikatakan ya diatas nafsu syahwat.  Maulana yusuf dan icha jelas membangun cintanya dalam ketaatan serta ketakwaan. Terasa indahnya karena keberkahannya, kami doakan semoga anda juga bisa mengikuti jejaknya.

3. Tanggung Jawab ayah dan ketaatan seorang anak.

Salah satu tugas dan tanggung jawab seorang ayah adalah memilihkan laki-laki terbaik sebagai imam bagi anaknya, dan anak yang taat tentu yakin dan percaya kalau yang dipilihkan oleh orang tuanya adalah yang terbaik baginya. Kedekatan hubungan antara ayah dan anak tentu sangat penting disini, hal ini tentu tidak dibangun dalam waktu satu hari atau dua hari akan tetapi adalah sebuah hubungan yang telah dibangun sejak lama. Memperhatikan anaknya dan apa yang dibutuhkan oleh anak adalah tanggung jawab dari ayah, sementara anak yang taat tentu selalu yakin dengan pilihan orang tuanya adalah yang terbaik baginya.

Ketika memang ayah kita belum bisa mencarikan jodoh buat kita tentu tugas anak adalah selalu mengkomunikasikan tentang suami seperti apa yang diidamkan dan diimpikan oleh ayahnya. Disaat ia bertemu dengan calon suaminya tak lupa juga mengkomunikasikan dan meminta restu dari orang tuanya. InsyaAllah dari ketaatan pada orang tua, keridhoaan ayah bunda barokah itu bermula.

%d bloggers like this: