0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

“Belajar di waktu kecil bagaimana mengukir diatas batu..

Belajar setelah dewasa bagaimana menulis diatas air….”

Kami yakin anda semua tentu hafal dengan potongan lagu diatas, ya, sebuah lagu yang sering kita lantunkan dimasa-masa kecil dulu khususnya di TPA (Taman Pendidikan Al-quran), tepat sekali memang apa yang disampaikan dalam lagu tersebut, kalau belajar di waktu kecil seperti mengukir diatas batu artinya mudah dan gampang dalam mempelajarinya. Akan tetapi sebaliknya jika belajar setelah dewasa bagaikan mengukir diatas air setiap yang diukir sebanyak itu pula yang hilang.

Begitu pula dengan menanamkan kebiasaan berhijab, alangkah baiknya bagi para ibu yang memiliki anak perempuan menanamkan kebiasaan berhijab pada anaknya sejak sedini mungkin. Karena salah satu kewajiban orang tua memang mengajarkan hal ini pada anaknya semenjak kecil.

Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim: 6)

***

Kebiasaan kita hari ini adalah kumpulan dari semua aktivitas mendengar, melihat , meniru dan yang sering kita lakukan di masa lalu. Kepribadian kita hari ini dibentuk oleh kebiasaan-kebiasaan yang sering kita lakukan dimasa lalu, apakah itu kebiasaan baik maupun buruk. Kebiasaan-kebiasaan yang sering dilakukan akan menumpuk di alam bawah sadar kita sehingga menjadi sebuah keyakinan atau value yang sangat sulit sekali untuk diubah kecuali memang menemukan value baru yang bisa mengalahkannya walaupun itu tidak mudah.

Begitu juga dengan kebiasaan anak perempuan dari kita semua, jika dari kecil yang ia lihat (ibunya, kakaknya dan saudarinya yang lain yang terbiasa tidak menutup aurat dengan sempurna) tentu hal ini akan membentuk paradigma berpikirnya kalau tidak menutup aurat adalah hal yang bisa. Begitu juga sebaliknya jika sejak dini anak diajarkan tentang menutup aurat, contoh disekitarnya menutup aurat maka in syaa Allah ketika sudah beranjak remaja menutup aurat menjadi hal yang mudah baginya.

Berikut kami sajikan 3 Tips yang In syaa Allah jika dilakukan bisa dengan mudah membiasakan putri kita berhijab sejak dini hingga dewasa.

1. Menanamkan budaya malu sejak kecil

Mungkin sering kita melihat anak-anak kecil usia 2 – 5 tahun para orang tuanya membiarkan saja anak-anaknya keluyuran dengan baju seadanya apakah itu hanya celana dalam atau singlet (baju dalam), atau mungkin biasa saja ketika mengganti celana atau popoknya ditempat umum. Mungkin para orang tua berpendapat kalau anak kecil tidak berdosa dengan jika memperlihatkan auratnya. Ini memang benar, namun dimasa-masa kecil inilah saat yang tepat bagi kita para orang tua untuk menanamkan budaya malu pada anak, menanamkan pentingnya menutup aurat.

2. Mengajarkan untuk berhijab sejak kecil

Tips yang kedua adalah mengajarkan anak berhijab sejak dini, buat anak merasa bangga ketika mengenakan hijab sejak dini, buat dia merasa lebih cantik dan anggun dengan hijabnya.

3. Memberikan contoh dan teladan oleh ibu dan saudari-saudari perempuannya.

Nah, dari ketiga poin diatas, maka poin utama yang paling dan lebih penting adalah poin ini. Ada pada orang tuanya khususnya ibunya, kakak-kakak perempuannya yaitu memberikan contoh teladan dengan berhijab ketika dirumah maupun keluar rumah. Tentu akan susah mendidik anak untuk berhijab namun orang tuanya sendiri tidak berhijab

Itulah 3 tips untuk membiasakan anak berhijab sejak dini, ingat wahai para orang tua semua kewajiban berhijab bagi perempuan itu sama dengan wajibnya shalat, wajibnya puasa dan wajibnya zakat. Jadi sudah semestinya para orang tua mendidik , membiasakan hal ini pada anak-anaknya.

Sumber foto : www.jurukunci.net

%d bloggers like this: