0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Sudah ada yang datang menghampirimu? Atau bertanya kapan bisa berjumpa orangtuamu? Hm, tanda-tanda nih. Bisa jadi dia berminat menjadikanmu separuh jiwanya..

Huaaa…  Gimana ya rasanya jadi Nyonya Fulan.. hihi seruu 😀

Tapi kalau buat cuma jadi pacar, hm.. enggak deh ya. Bukankah kita sudah bertekad untuk menjomblo sampai halal? Dan bukankah kita sudah paham bahwa pacaran hanya mendekatkan kita pada pintu zina dan jebakan syaitan? So kalo ada yang ngajakkin pacaran, BIG NO NO ya!

Tapi kalau memang dia serius bagaimana? Beneran lho mau melamar minggu depan jika memang kitanya mau…

Trus ini skripsi nasibnya bagaimana? Dan.. skill memasak, oh aku belum bisa! Soal manajemen rumah tangga, apalagi.. jadi istri sholihah? Waaa… belum siap belum siap belum siappp!

Bisa jadi memang ada 1001 alasan buat kita yang belum siap menikah untuk berkata “Tidak” saat seseorang telah datang untuk meminang. Dan bisa jadi ada sejuta perasaan campur aduk berkecamuk saat lidah mendadak kelu untuk menolak.

Gimanakah cara yang tepat untuk menolaknya supaya yang bersangkutan tak tersinggung ataupun sakit hati? Kadang jika kita sudah siap pun, mungkin saja ada perasaan kurang sreg dengan dirinya. Mungkin dia jauh dari bayangan jodoh kita. Mungkin dia tak seperti kriteria dasar yang wajib ada dalam diri pasangan kita. Mungkin juga kita setuju, tetapi keluarga tak beri restu. Berbagai hal bisa saja menjadi latar belakang jawaban “tidak” kita.

Jadi bagaimanakah cara memberi jawaban Tidak itu? Berikut beberapa hal yang bisa kita perhatikan.

  1. Tegas dan Jelas

Para pria dengan kesimpelannya dalam berpikir, membutuhkan jawaban yang tegas dan tidak mencla-mencle. Jika mau katakan Ya, dan jika tidak katakan Tidak dengan tegas dan jelas.  Jawaban muter-muter biasanya malah membuat dia bingung dan tidak paham dengan maksud kita. Jawaban tak jelas juga membuat dia tergantung, dan ini tentu saja tidak ahsan. 1 hal yang penting adalah kita juga perlu memperhatikan tutur dan pilihan kata yang digunakan.

  1. Ucapkan Terima Kasih Pertama Kali dan Minta Maaf

Bagaimanapun kita perlu bersyukur karena ada orang yang ‘berminat’ pada kita. Dan cara bersyukur itu juga patut dihaturkan pada manusia, dalam hal ini pada orang yang bersangkutan. Sebelum benar-benar menolak, ucapkanlah terima kasih atas perhatian dan niat baiknya.

Setelah itu kita dapat meminta maaf karena belum bisa menyambut niat baik beliau sesuai harapan.

  1. Alasan yang Logis

Betapapun kita tak suka dengan si dia, pastikan alasannya cukup masuk akal namun tidak menyinggung perasaan.  Menolak tanpa alasan bisa jadi akan membuat dia penasaran. Kita bisa katakan dengan elegan, misalnya “hasil istikharah saya belum mengiyakan”.

  1. Minta Tolong Pihak Ke-3

Bagi kita yang orangnya ‘gak tegaan’ atau ‘gak enakan’, kita dapat meminta bantuan pihak ketiga seperti  orangtua, kakak, ustadzah atau sahabat yang dipercaya. Biasanya pihak ikhwan juga lebih segan dan menaruh hormat jika yang menyampaikan adalah orang-orang yang dituakan.

  1. Beristighfar Banyak-banyak

Persoalan tolak-menolak menjadi tidak sederhana ketika ada hati tersakiti, atau niat dasar kita tidak disertai keterlibatan Allah. Seperti telah disebut di atas, ada 1001 alasan jika kita memang tak mau dengan ikhwan yang bersangkutan.  Namun sangat penting kita perhatikan bahwa alasan menolak sebisa mungkin dilandasi hal-hal syar’I, bukan semata ego dan nafsu diri. Hal yang sama berlaku saat kita menerima ikhwan yang datang, selayaknya  kita menerimanya karena Allah, karena niat kita untuk menikah juga karena Allah.

  1. Baper Boleh Tapi Tak Lama

Jika kita sudah mengeluarkan statement penolakan, jangan lagi bawa perasaan saat berinteraksi dengannya. Percayalah bahwa para pria dengan bekal otak logisnya yang dominan akan mudah mencari pengganti. Bisa jadi dia juga baper tetapi biasanya tidak butuh waktu lama untuk memulihkan diri. So jangan bikin panjang permasalahan dengan bicara soal perasaan tak enakmu padanya, atau menampakkan sikap ‘sebenarnya mau, tetapi..’, karena hal ini tidak menyelesaikan urusan dan bisa jadi memunculkan penyakit hati.  Jika keputusan sudah dibuat, maka anggaplah ia sudah selesai dan tak perlu membukanya kembali.

***

Ok Dear, bulatkan hati dengan keputusanmu. Bersikap tegas adalah ciri muslimah kuat, dan demikianlah seharusnya saat kita berhadapan dengan 1 keputusan penting yang melibatkan urusan masa depan (baca : pernikahan) yang satu ini. Jangan sampai gara-gara ketidaktegasan kita, malah bikin orang lain terkatung-katung perasaannya. Apapun alasan menolaknya, pastikan kamu meminta petunjuk Allah ya..

***

gambar : http://www.conicl.com/2015/11/how-to-deal-with-rejection-in-love.html

%d bloggers like this: