0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

“Sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Allah SWT.). (QS. Al-Alaq : 19). 

Sudah berapa dekatkah kita dengan Allah?, benarkah kita mencintai Allah diatas segala-galanya?, betulkah Allah menjadi cinta kita yang pertama dan utama?. Sahabatku semua mari kita renungkan kembali dan tengok kembali setiap detak nafas yang Allah berikan pada kita sudahkah kita jadikan sebagai wasilah untuk beribadah padaNYA, sebagai sarana untuk mendekatkan diri padaNYA.

Kita evaluasi dari aktivitas kita pertama kali saat bangun di pagi hari sudah lafaz hamdalah yang kita ucapkan pertama kali?, sudahkah ucapan syukur yang bergetar dibibir kita saat pertama kali terjaga?, sudahkah kita luangkan waktu kita untuk bangun disepertiga malam bersujud, berdoa ,memohon ampunan padaNYA?, mari kita renungkan bersama.

Ataukah selama ini aktivitas pertama kali dipagi hari saat kita terjaga adalah membuka smartphone kita?, mengecek jejaring sosial media yang kita miliki?, kepoin status teman atau orang lain yang mungkin tak terlalu penting untuk kita sehingga kita lalai untuk mengucap syukur atas waktu dan kesempatan yang telah Allah beri pada kita kembali hidup dipagi itu. Menjadi renungan penting dan berharga untuk kita semua.

Mendekatkan diri  pada Allah SWT bukanlah kebutuhan Allah, Allah tidak butuh kita dekat denganNYA tapi kitalah yang butuh untuk dekat denganNYA. Kita dengan Allah bagaikan ikan dengan air, air tak membutuhkan ikan tapi ikanlah yang butuh air.

Menyadari kalau Allahlah yang menghadirkan kita ke dunia ini.

Menyadari kalau Allahlah yang memberi kita kesempatan dan waktu.

Menyadari kalau Allahlah yang memberi nikmat kesehatan pada kita.

Menyadari kalau Allahlah yang memberi nikmat IMAN dan ISLAM pada kita, yang mana ini adalah nikmat terbesar yang Allah karuniakan.

Menyadari hal-hal diatas akan membuat kita menjadi tergerak untuk mendekatkan diri lagi pada Allah SWT, merasakan nikmatnya iman, merasakan nikmatnya ibadah ,merasakan indahnya dzikir, bacaan Al-Quran, merasakan indahnya berbagi dan memberi pada sesama adalah sebuah bentuk nyata kita untuk mendekatkan diri pada Allah SWT.

Ketika hati sudah terpaut dengan Allah maka mendengar namanya saja bergetar jiwa ini, ketika hati sudah terikat dengan Allah maka tak ada lagi ketakutan-ketakutan semu yang dirasa, ketika hati dan cinta hanya untuk Allah maka tidak ada lagi urusan yang lebih penting bagi kita selain hanya urusan untukNYA.

Ukhti, dekatkan dirimu pada Allah, sujudlah, berdoalah,mohon ampunan hanya padaNYA, In sya Allah, Allah akan mengurusi segala kehidupan kita, membantu kita dikala susah, selalu bersama kita disaat sulit. Ukhti, jangan terlena oleh dunia nan fana, jika kita mengikutinya tanpa disadari kita malah semakin jauh dari Allah, kita jadi lupa pada Allah.

Rasulullah bersabda :

“Barangsiapa bangun dipagi hari dan hanya dunia yang dipikirkannya, sehingga seolah-olah ia tidak melihat hak Allah dalam dirinya, maka Allah akan menanamkan empat penyakit : Kebingungan yang tiada putus, Kesibukan yang tiada berujung, Kebutuhan yang tiada terpenuhi, Khayalan yang tiada berujung (HR. Imam Thabrani)

 Jika hari ini kita merasakan kebingungan, kesibukan yang tiada berujung, kebutuhan yang tak terpenuhi atau khayalan yang tak berujung sebagaimana sabda Rasulullah diatas, mungkin kita masih jauh dariNYA, mungkin kita masih sering menjadikanNYA nomor 2, mungkin kita masih sering melupakanNYA. Ayo dekatkan diri padaNYA

Sumber Foto : www.darussalaf.or.id

%d bloggers like this: