0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Salah satu keutamaan hadirnya Islam adalah memuliakan wanita, disaat wanita hanya “budak” bagi laki-laki, disaat wanita kelahirannya menjadi sebuah aib bagi keluarga disaat itulah Islam hadir, mengangkat derajat para wanita, menjadikan wanita mulia. Jauh sebelum munculnya gerakan feminisme, emansipasi yang katanya memperjuangkan hak para wanita. Islam sudah jauh-jauh hari memberikan pengaturan bagaimana semestinya dan seharusnya seorang wanita di dalam Islam.

Islam mengatur laki-laki dan perempuan dengan sangat adil, keduanya sama-sama dianjurkan untuk membaca Al-quran dan memahami isinya, laki-laki sama perempuan juga sama-sama Allah wajibkan melaksanakan ibadah shalat lima waktu, puasa ramadhan, zakat dan ibadah-ibadah sunnah lainnya. Namun Allah juga memberikan keringan kepada perempuan-perempuan yang dalam kondisi berhalangan, mengandung, dan menyusui dengan meringankan kewajibannya seperti dibolehkan tidak berpuasa namun diganti hari lain, dibolehkah tidak shalat ketika berhalangan. Dalam tugas rumah tanggapun Islam mengatur sedemikian rupa tugas dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki memiliki kewajiban mencari nafkah untuk keluarganya serta perempuan mengasuh dan mendidik anaknya dirumah.

Al-quranpun mengistimewakan perempuan, itu terlihat dari banyaknya ayat-ayat Alquran serta nama surat yang mengambil nama perempuan. Sebut saja diantaranya ayat pertama surah An-nisaa’ salah satu diantara banyak ayat yang mengistimewakan perempuan. Surah ke 19 memakai nama Maryam, ibundanya nabi Isa AS yang menjaga kesuciannya, keshalihannya serta kehidupannya yang zuhud.

Perempuan-perempuan yang mulia banyak tersebut dalam Al-quran. Disebut juga bahwa diantara perempuan-perempuan tersebut ada yang mendapat wahyu dari Allah yaitu ibundanya nabi Musa AS ketika diperintahkan Allah membuat putranya ke sungai nil. Disamping itu juga tercatat istri pertama nabi Ibrahim AS, yaitu Sarah, yang didatangi oleh malaikat-malaikat utusan Allah dan disampaikan kepadanya pesan Allah bahwa meskipun dia telah sangat tua, dia akan melahirkananak laki-laki, itulah Ishaq. Tidak lupa juga disebutkan dalam Al-quran kakak nabi Musa AS yang perempuan, yang disuruh oleh ibunya mengintip-intip kemana hanyut adiknya.

Di surah an-Naml dikisahkan tentang seorang ratu dinegeri Saba’, yaitu Ratu Bilqis. Diterangkan mengenai percaturan politiknya dengan nabi Sulaiman AS. Di dalam surah Yusuf AS diterangkan kehidupan mewah dalam Istana, kemegahan istri para pembesar, yang pada zaman sekarang biasa kita namai “nyonya-nyonya pejabat”. Bagaimana mereka hendak merayu seorang pemuda bernama Nabi Yusuf AS, dan bagaimana teguhnya hati Nabi Yusuf AS dalam menjaga diri dan kehormatannya.

Sungguh istimewa seorang wanita, Allah saja mengistimewakan dan memuliakannya didalam kita suci Al-quran. Sudah semestinya para wanita juga memuliakan dan mengistimewakan dirinya dengan cara taat dan patuh pada Allah dan Rasulnya.

 

%d bloggers like this: